Dewasa ini memang perkembangan perekonomian di Indonesia menurun sangat drastis akibat dari pandemi global Covid-19 yang menyerang berbagai sektor industri di berbagai negara tidak terkecuali Indonesia. Namun, kita patut berbangga, karena Indonesia merupakan negara yang masyarakatnya mandiri, sehingga di dalam kondisi krisis seperti ini, masyarakat memanfaatkan keuletan mereka untuk berdagang secara daring dengan memanfaatkan media sosial elektronik yang ada. Instagram, Facebook dan TikTok menjadi tiga aplikasi besar yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk memasarkan jasa maupun produk selama pandemi ini. Akan tetapi, tahukah kamu, jika selama mereka berjualan ada hal yang kadang sering dilupakan. Hal tersebut adalah, “untuk siapa barang itu mau dijual”, “latar belakang ekonomi yang seperti apa yang menjadi target penjualan kita”, “di mana lokasi mau jualan”, dan “berapa harga yang cocok untuk bisa laku”. Terdengar sangat simpel, tapi jika kita melupakan itu semua, ya ujung-ujungnya nggak dapat untung tapi malah buntung, kan sayang, iya nggak?

Melihat kasus banyaknya kegagalan dalam berbisnis karena kita sebagai pelaku bisnis tidak bisa memahami perilaku dan kebiasaan konsumen, maka melakukan riset pasar (Market Research) itu sangat penting. Dalam sebuah survei bisnis, 7 dari 10 orang sebagai pelaku bisnis masih menganggap bahwa riset pasar adalah kegiatan yang memakan banyak waktu, dan terlalu menganut teori. Beranggapan bahwa bisnis itu bukan sebuah teori, tetapi praktik itu adalah benar. Namun, berbisnis juga tidak akan lepas dari sebuah teori untuk memperkuat konsep kita dalam berbisnis sehingga, kita bisa mengetahui langkah-langkah apa saja yang akan kita lakukan agar bisnis kita bisa mencapai tujuan yang diinginkan.

Terkadang pemikiran yang masih salah seperti itu justru akan membawa kita kepada jurang kegagalan. Oleh karena itu, agar lebih mudah memahami bagaimana riset pasar itu bekerja, maka kita bisa pakai simulasi sederhana ini.

“Pak Tarno memiliki 50 produk parfum pria dengan kandungan alkohol sebesar 10% yang menjaga keawetan aroma sampai dengan 12 jam. Produk tersebut akan lebih wangi apabila si pengguna berkeringat lebih banyak. Wangi yang dikeluarkan dari penggunaan parfum tersebut memiliki radius sampai 10 meter. Dari segi produk, parfum ini mungkin akan memikat banyak kaum adam untuk membelinya, terlebih karena tahan lama aromanya dan radius wanginya. Yang menjadi masalah adalah, Pak Tarno menjual parfum tersebut ke komunitas ibu-ibu pengajian dengan harga 500.000 per produk. Dari hasil kerja keras Pak Tarno, tidak ada 1 pun produk yang terjual, sehingga Pak Tarno harus memikirkan kembali bagaimana agar produknya laku, jika tidak Pak Tarno tidak akan mendapatkan untung yang maksimal”

Dari kasus yang terjadi dari Pak Tarno tersebut, terlihat bahwa dari segi targetnya saja Pak Tarno tidak tepat. Bayangkan sebuah parfum pria, ditawarkan untuk perempuan, terlebih notabenenya adalah ibu-ibu pengajian. Biarpun nantinya kita berdalih “kan bisa dipakai untuk suaminya”, namun karena yang diincar adalah ibu-ibu pengajuan, maka kandungan alkohol akan menjadikan pertimbangan mereka. Dari sini, harusnya Pak Tarno menargetkan penjualan parfum itu kepada laki-laki yang masuk dalam sebuah komunitas, seperti komunitas sepeda, komunitas motor, komunitas mobil, atau bisa laki-laki yang masuk ke dalam komunitas bisnis.

Lalu, yang menjadi kesalahan lainnya adalah, Pak Tarno menjual parfum tersebut dengan harga yang cukup mahal, yaitu 500.000. Bayangkan saja, di tempat tersebut ibu-ibu niatnya adalah mengaji, tapi justru ditawari dengan harga yang cukup tinggi. Walaupun nantinya parfum itu akan dipakai suami atau untuk pacarnya, tapi orang dalam komunitas pengajian tersebut juga akan mikir dua kali. Daripada buat beli parfum yang mahal dan ada alkoholnya, mending buat beli parfum syar’i dan wanginya nggak kalah tahan lama. Selain kesalahan terhadap target gender dan aktivitas, untuk segi harga, Pak Tarno tidak memperhatikan. Walaupun masalah aroma itu subjektif, tapi Pak Tarno harus memperhatikan harga juga, apakah di pasaran harga tersebut laku, terlebih di kalangan ibu-ibu yang umumnya uang diperoleh dari suaminya.

Kemudian, yang perlu Pak Tarno pertimbangkan lagi adalah target usia. Agar produk parfum tersebut bisa diterima, maka harus ditargetkan kepada laki-laki yang memiliki usia 25 sampai 40 tahun, di mana dari segi perekonomian mereka sudah bekerja, kemudian dari segi penampilan sangat memperhatikan performanya. Umumnya orang yang senantiasa menjaga performa atau penampilan, tidak akan memandang harga, tetapi kualitas dan dampak yang diberikan produk tersebut kepada pembeli. Sederhana tapi sangat penting, inilah yang dinamakan riset pasar.

Riset pasar sendiri memang berawal dari sebuah teori. Namun, teori tersebut bisa langsung diterapkan. Oleh karena itu, mulailah untuk membuka pola pikir kamu, dan lakukan riset pasar agar produk atau jasamu tidak sia-sia saat dipasarkan. Sebenarnya, apa sih keuntungan jika kita mau riset pasar?

A. Riset Pasar Bisa Membantu Kamu Menentukan Target Serta Peluang di Pasar Terhadap Produk dan Jasa

Ya, sesuai dengan simulasi yang sudah kita lakukan di penjelasan sebelumnya, bahwa riset pasar sangat penting untuk keberlangsungan bisnis kita. Kita bisa mengetahui siapa sih target kita, umurnya berapa sih, lokasinya di mana, lalu lata belakang orang yang akan menjadi target kita apa, dan yang paling penting adalah peluang apa saja yang bisa kita ambil untuk bisa memasarkan produk atau jasa kita di pasar.

B. Kita Bisa Membangun Tren Melalui Bantuan Riset Pasar

Berikut ini adalah pentingnya melakukan riset pasar. Jika kamu sudah terbiasa melakukan riset pasar sebelum produk atau jasa kamu sebarluaskan di pasaran, maka kamu akan memperoleh banyak data dari proses riset pasar tersebut, dan hasilnya adalah kamu akan menemukan pola dari data yang kamu dapat sehingga bisa menemukan sebuah tren tertentu yang bisa dijadikan peluang baru.

C. Riset Pasar Memberi Bantuan Kepada Kita untuk Berkomunikasi Kepada Pelanggan dan Calon Pelanggan

Gaya bahasa dalam menyampaikan sebuah value mengenai produk atau jasa akan sangat memengaruhi kita dalam menjalankan roda bisnis. Bayangkan saja, jika kita tidak pernah melakukan evaluasi dan melakukan perubahan terkait gaya komunikasi dalam menyampaikan value. Pastinya yang terjadi banyak calon pelanggan yang tidak tertarik, dan pelanggan lama pun akan merasa tidak nyaman. Namun, dengan menerapkan riset pasar, kita akan tahu perkembangan dari waktu ke waktu bagaimana cara menyampaikan produk lama maupun baru kepada calon pelanggan kita agar mereka tertarik dan mau membeli.

D. Kita Bisa Melakukan Perencanaan Bisnis Ke Depan Lebih Matang dengan Riset Pasar

Riset pasar akan memberikan kita gambaran mengenai perilaku, ketertatarikan dan tren di pasar saat ini. Sehingga, dalam membangun bisnis melalui penjualan produk atau jasa kita bisa melakukan optimasi seberapa banyak produk akan terjual, profit yang akan didapat dan juga risiko yang akan diambil.

E. Melalui Riset Pasar Kamu Akan Terbantu Bagaimana Memposisikan Bisnismu di Pasar

Bisnis memiliki sifat yang sangat dinamis. Sesuatu bisa berubah kapan saja dan di mana saja tanpa harus berkompromi. Melalui riset pasar ini, kamu akan memperoleh data yang valid tentang respon pasar terhadap suatu tren, sehingga kamu bisa mengambil keputusan yang tepat terhadap bisnis yang akan atau sedang kamu jalankan.

Lima keuntungan dari melakukan riset pasar tersebut adalah beberapa poin penting yang nantinya akan membantu menentukan bisnismu berjalan dengan lancar apabila melakukan riset pasar. Jadi, riset pasar saat ini bukanlah hal yang tabu untuk dilakukan. Terlebih di masa pandemi seperti ini, kita harus pandai melakukan pemilihan target pasar dan melakukan proyeksi penjualan dengan baik agar tidak dihantui dengan kata “Boncos”. Antisipasi dalam berbisnis sangat diperlukan sehingga kita bisa mencapai tujuan dengan cepat, mudah, dan aman.